Menjadi karyawan yang ideal sebenarnya menjadi dambaan bagi para karyawan di kantor atau perusahaan mana pun. Karena bila menjadi karyawan yang berkenan bagi perusahaan atau pas menurut pimpinan, maka akan mempermudah bagi karyawan untuk segera naik gaji atau pesat karirnya.
Tetapi untuk bisa menjadi karyawan yang cepat menanjak karirnya, banyak hal yang dilupakan oleh para karyawan. Terkadang itu adalah hal-hal sepele, bahkan sangat sederhana apa yang lupa dilakukan para karyawan.
Semua ada urutannya agar karyawan bisa menjadi karyawan ideal, karyawan yang cepat naik karir, karyawan yang tidak mengecewakan perusahaan. Bagaimana itu?
Tetapi untuk bisa menjadi karyawan yang cepat menanjak karirnya, banyak hal yang dilupakan oleh para karyawan. Terkadang itu adalah hal-hal sepele, bahkan sangat sederhana apa yang lupa dilakukan para karyawan.Semua ada urutannya agar karyawan bisa menjadi karyawan ideal, karyawan yang cepat naik karir, karyawan yang tidak mengecewakan perusahaan. Bagaimana itu?
Harus dipahami, ada urutan yang harus dijalani. Karena urutan ini sering diabaikan atau bahkan tidak diketahui, bahwa bagi seorang karyawan agar jadi karyawan yang cepat naik karirnya tidak bisa menghindari urutan atau rentetan aktifitas yang semuanya dimulai dari rumah.
Ini bukan nasehat sesama karyawan. Juga bukan nasehat dari sesama karyawan yang karirnya meroket. Nasehat atau wejangan yang paling pas adalah apa yang diberikan seorang CEO.
Kenapa harus mendengar nasehat seorang CEO? Karena CEO-lah yang tahu dan paham karyawan apa yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan. Tidak ada seorang CEO yang memberi nasehat menjerumuskan karyawannya. Seorang CEO akan memberi wejangan atau nasehat demi kemajuan karyawannya, karena bisa berdampak langsung pada perkembangan atau kemajuan perusahaannya.
Seorang CEO punya pola pikir seorang atasan, jadi tahu perusahaan butuh karyawan yang bagaimana. Sangat berbeda dengan pola pikir seorang karyawan. Mengabdinya seorang karyawan terkadang kurang berkenan bagi atasan, karena metode yang digunakan kurang tepat.. Tetapi kalau nasehat seorang CEO, tentu tepat sasaran.
Pasti ada karyawan yang tidak begitu suka kalau temannya sesama karyawan happy atau penuh suka cita. Berbeda dengan seorang CEO. Dia pasti akan senang kalau karyawannya happy. Sudah menjadi kewajiban seorang CEO membuat karyawannya berbahagia.
Bagaimana agar karyawan bisa bahagia? Sebelumnya harus dipahami dulu, apa bahagia menurut para karyawan. Ukuran bahagia bagi karyawan cukup kompleks. Setelah karyawan itu mencapai apa yang diinginkan, itu sebagian kebahagiaan seorang karyawan.
Apa keinginan karyawan yang paling umum? Karir cepat meningkat dan mendapat gaji pantas atau kalau bisa di atas rata-rata gaji karyawan lazimnya. Itu tercapai, karyawan akan merasa bahagia.
Lalu, apa sesama karyawan bisa meningkatkan karir temannya? Apa sesama karyawan bisa membantu menaikkan gaji temannya? Bisa saja, tetapi tidak mutlak, dan prosentasenya kecil. Sebenarnya, untuk bisa mencapai semua itu, CEO yang memahami agar karyawan bisa mencapai semua yang diimpikan.
Kesalahan-kesalahan yang tidak perlu kerap dilakukan karyawan. Terkadang dilakukan tanpa disadari. Tidak jarang itu yang menghambat karyawaan bisa naik gaji dengan cepat, atau karir meningkat dengan pesat.
Untuk meminimalkan kesalahan karyawan, CEO yang tahu segala ‘peraturan’ perusahaan. Nasehat bijak CEO adalah sesuatu yang patut untuk didengar, diselami kemudian dilakukan!
Begitu banyak karyawan beranggapan bahwa kerja adalah sesuatu yang ‘menakutkan’. Sehingga mau berangkat kerja sudah menjadi beban. Jelas ini akan mempengaruhi kinerja di kantor atau perusahaan, bila itu terjadi, dalam satu hari saja, kinerja akan merosot.
Untuk memperbaiki, bagi karyawan lama, dan memulai bagi karyawan baru, harus bagaimana? Di pikiran karyawan terlampau banyak pertanyaan, sehinga sering kali lupa dalam pelaksanaan.
Semua diawali dari rumah. Pertama-tama merubah pola pikir. Mindset awal harus ditata, bahwa kerja adalah bersenang-senang. Maksudnya, berangkat kerja tidak sedang memikul beban. Tetapi sedang menuju arena bersenang-senang.
Dari awal itu akan mengalir sampai akhirnya karyawan akan paham apa yang harus dilakukan agar seorang karyawan karirnya menanjak naik.
Inilah ‘kisah’ seorang CEO yang baik hati mau berbagi pengetahuan, ‘menasehati’ karyawan.
Lanjutkan Membaca Episode III