Monday, 27 April 2015

Nasehat bijak dari CEO agar karir karyawan cepat naik (III)

MULAI DARI RUMAH
James baru lulus dari sebuah perguruan tinggi, dan dalam waktu tidak terlampau lama  sudah  mendapat pekerjaan. James berharap pekerjaan yang dijalani punya prospek ke depannya bagus. Itu keinginan ideal bagi karyawan yang fresh graduate. Makanya dipilih perusahaan yang menurutnya ‘sehat’ secara manajemen.

Sebagai seorang yang senang belajar dan tidak segan bertanya pada orang-orang sukses, James mengingat semua apa yang dipelajari dan dinasehatkan orang-orang sukses.

Dan yang paling diingat adalah apa yang dikatakan John, seorang CEO ternama yang suka berbagi pengetahuan dan pengalaman. James membaca semua buku yang ditulis John. Seminar yang diadakan juga selalu diikuti, bahkan James sering komunikasi langsung dengan John.

Semua yang ditulis di buku, atau yang dikatakan di seminar, bahkan yang dinasehatkan John langsung diingat dan dilakukan oleh James. Bahkan James yakin, semua yang dipelajari akan bemanfaat. Khususnya bagi orang yang menjalani kerja sebagai karyawan, seperti dirinya.

John pernah berkata, “Bahwa kerja itu DIMULAI DARI RUMAH. Dari situlah awal mengukir prestasi kerja.”

Lalu prestasi kerja yang bagaimana? Sederhana saja, bahwa karyawan itu bisa disebut berprestasi kalau tidak pernah membuat masalah di tempat kerja lalu karirnya cepat naik, dan diiringi gaji naik juga.

Begitu banyak karyawan itu sejak dari rumah menganggap kalau kerja adalah rutinitas yang jadi beban. Menakutkan. Apalagi kalau itu hari senin. Sering ada anggapan, kerja adalah kewajiban yang jadi beban hidup. Dikatakan beban, karena kalau tidak bekerja jelas beban biaya hidup akan terasa berat.

Inilah awal yang salah. Sejak dari rumah, seperti yang dinasehatkan John, kerja harus ditanamkan di hati dan pikiran merupakan AKTIFITAS REKREATIF. Bersenang-senang. Bisa dibayangkan, apa-apa yang dilakukan dengan rasa senang, maka tidak terasa berat. Bahkan sering kali pekerjaan selesai dengan mudah dan tidak dirasakan berapa lama melakukan pekerjaan tersebut.

Kalau dari rumah sudah ditanamkan begitu, tidak lagi memilah-milah hari kerja yang nyaman. Dari senin sampai sabtu, bahkan sampai senin lagi akan mengalir tanpa terasa. Hasil kerja menjadi bagus apabila dilakukan dengan suka cita.

Maka untuk menjadi karyawan yang ‘dicari’ seorang CEO banyak yang harus dipahami. Memang diawali dari rumah. Lalu apa yang harus dilakukan selain menata mindset?

Ada urutan sederhana yang harus dilakukan sejak dari rumah. James meyakini, itu pasti betul apa yang dinasehatkan John, sang CEO ternama tersebut.

Begitu bangun pagi harus menata mindset, lalu untuk tampil beda, tidak bisa lepas dengan segala hal yang menempel di tubuh. Mulai dari pakaian, aksesoris sampai dengan parfum yang dipakai. Apa perlunya? Jelas perlu, karena kita harus ‘berbeda’ agar cepat dikenal oleh pimpinan.

Tentu saja bukan berbeda dalam arti nyeleneh. Melainkan berbeda lebih baik dari karyawan lain. Seperti yang dikatakan CEO John, “Bila lainnya berpakaian rapi, alangkah menariknya kalau sang karyawan lain ini rapi plus wangi? HARUS BERBEDA DARI YANG LAIN.”

Baik itu karyawan laki-laki atau perempuan, penampilan sangat perlu diperhatikan. Tidak hanya memperhatikan pakaian dan parfum. Rambut, juga make up bagi yang perempuan. Tidak hanya menor, juga jangan sampai tanpa make up.

Semua ada alasannya. Dengan pakaian rapi, pantas dan layak itu sudah mewakili dari pola hidup bersih, belum lagi dengan harumnya parfum yang dipakai. Rambut dengan style yang pas membuat orang yang memandang tidak risih. Bagi perempuan, make up tidak menor pasti menarik bagi mereka yang bekerja di perusahaan atau kantoran.

Kalau unsur-unsur itu terpenuhi, mau tak mau membuat orang ingin menatap bahkan memperhatikan. Baik benar-benar memperhatikan atau sekadar mencuri pandang. Itu berlaku bagi sesama karyawan, bahkan bagi CEO sekali pun. Tentu makin mudah diingat CEO bila karyawan itu lebih rapi dari karyawan lain, lebih wangi dari karyawan lain.

Satu nilai plus dilakukan untuk sebuah perubahan menjadi karyawan yang ‘benar’, dan peluang perbaikan karir telah dilakukan.

Urutan lain setelah semua telah dilakukan di rumah, lanjutan lain adalah saat akan masuk kantor. Apa yang harus dilakukan?

Lanjutkan Membaca Episode IV

Load comments