Monday, 6 July 2015

Menyusun Topik Obrolan Sebelum Bertemu Calon Mertua


Berhadapan dengan calon mertua memang tidak sama dengan menghadapi seorang pejabat - pejabat negara. Meskipun kita atau saya pribadi yang berprofesi sebagai wartawan sudah terbiasa bertemu dengan petinggi-petinggi dipemerintahan, akan tetapi, bertemu dengan calon mertua memang kesannya agak berbeda bro.

Sebab, menurut naluri saya dan pengalaman saya sebelum menemui calon mertua. Rasanya gimana gitu,.. Dibilang takut 'tidak'. Gugup juga 'tidak' atau bahkan takut salah dalam sebuah percakapan juga 'tidak', dibilang enjoy ya ya aja artinya dalam hal ini kita tidak boleh berpendapat negatif bahwa semua calon mertua itu menakutkan. Itu salah besar bro... Kita harus bisa menjadi diri sendiri dihadapan calon mertua. Apa kekuranganmu ungkapkan dengan bijak dan apa kelebihanmu tahan dan jangan diungkapkan sebelum ada moment-moment yang tepat ketika bertatap muka dengan mertua.

Oleh karena itu disini aku ingin berbagi perasaan, pengalaman dan naluriku sebelum aku bertemu dengan calon mertua. (Baca juga kisahku setelah bertemu dengan calon mertua membuahkan sebauh pernikahan : Berawal Dari Setipe.com Aku Menikah (Episode I)

Waktu itu. Langkah awalku sebelum bertemu dengan calon mertua ialah membuat rencana obrolan apa dan harus bagaimana memulai sebuah pembicaraan. Karena, siapun yang ingin bertemu dengan calon mertua dipastikan ada sebuah obrolan atau percakapan antara kamu dengan mereka. Hal ini di buat agar pada saat pertemuan perdana saya menghsilkan obrolan yang nyaman pastinya tentu ceria. 

Berikut rencana saya :

1. Sebelum saya mendatangi rumah calon mertua, aku berkaca dan menilai diri sendiri apakah aku sudah pantas bertemu dengan mereka. Pantas disini maksudnya.. Mulai dari cara berpakaian dan menjaga obrolan-obrolan yang tidak disukainya.

2. Setelah dinilai sudah matang semua, aku siapkan sebuah bulpoin untuk mencatat apa apa saja yang harus aku bicarakan pada pertemuan nanti. Dan dari catatan itu akan aku hafal sehafal mungkin .

Ini catatanku secara rinci semoga ada kesamaan Ya:

  • Ucapkan Salam dengan ekspresi wajah yang senyum seraya mencium tangannya. Karena pada saat bertemu aku sudah menganggap calon mertuaku sudah ku anggap seperti orang tuaku sendiri.
  • Jangan duduk sebelum ada perintah dari tuan rumah entah itu calon mertua sendiri yang menyuruh,  saudara-saudaranya atau bahkan pasanganku sendiri yang mempersilahkan
  • Nantinya akan Aku Awali dengan pembicaraan yang ringan-ringan namun penuh arti serta nyaman dan lagi nanti aku bakal hindari topik yang tidak disukai calon mertua.
  • Berbicara tentang aktifitas mertua. Kebetulan aktifitas calon mertuaku  melakukan bisnis online dari media sosial, bbm dll.
  •  Akan kutawari mengembangkan bisnisnya dengan cara membuatkan sebuah website untuknya sebagai bahan promosi yang menjajikan.
  • Berbicara soal jenis, tipe dan kegunaan barang dijual. Yang penting harus tetap enjoy dan terbawa suasana.
  • Bertanya soal aktifitas adik pasangan. Kebetulan kata pasanganku adiknya bakal masuk di pondok pesantren kebetulan aku juga alumni pesantren. Jadi aku ingin berbagi kisah dan menceritakannya agar dapat menberi dia semangat dan bekal nanti agar tidak kaku pada hari pertama masuk.
  • Bercerita secara rinci tentang pesantren.
  • Bercerita soal aktifitas kakak pasangan. Mudah-mudahan nanti kakak pasanganku ada pada saat aku bersua disana. Sehingga aku bisa menanyakan aktifitasnya.
  • Berbicara soal informatika kebetulan kakak pasangan bidangnya itu. Dan bidangku juga itu. Semoga nanti bisa saling sharing dan nyambung.
  • Berbicara aktifitas saudara -saudara yang berada dirumah. Iseng iseng nanti aku becandain pasanganku karena doyan makan.
  • Membuat suasana menjadi penuh dengan canda tawa atau bahasa gaulnya guyonan.
  • Memperkenalkan tentang siapa diriku. Seraya tetap memegang teguh etika dalam pembicaraan soal autografi
  • Memberitahu mereka tentang asal muasal ku, keluargaku. pekerjaanku, kepribadianku dan lain sebagainya. (tidak boleh ngebut bicara agar ketika mereka memberi respon/pertanyaan dadakan ditengah-tengah penjelasanku harus aku jawab dulu pertanyaannya hingga tuntas kemudian dilanjutkan pembicaraan.
  • Tetap enjony dan sesekali beri guyonan. Agar autografi terdengar tidak membosankan mereka.
  • Estimasi waktu obrolan di atas. Kira-kira butuh kurang lebih dua jam. Saatnya aku ucapkan permintaanku kepada mereka.
  • Menjelaskan tentang hubunganku dengan pasangan.
  • Menjelaskan semua kepada mereka maksud dan tujuan.
  • Mengasah kembali hafalan atau kalimat-kalimat dalam meminta restu dan meminta izin kepada calon mertua agar aku dapat diiZinkan menikahi pasanganku. (Baca juga : Ini kalimat kalimat yang aku hafal untuk meminta restu kepada calon mertua)
  • Menerima dengan lapang dada tentang apa yang mereka jawab. Apakah aku diterima atau tidak tetap haris menerima dan menyukuri keputusan. (Tapi aku optimis diterima)
  • Sampai disini pasti suasanya sedikit serius dan tegang. Aku harus bisa merubah suasana agar kembali fress. Dengan memberi seuntai guyonan yang membuat mereka tertawa.
  • menyalarasi semua obrolan diatas didalam guyonan. Agar lebih kolektif pada saat melakukan obrolan serta  tidak mengulang-ulang penjelasan.
  • berusaha tetap tenang dan membuat suasana tetap ceria.
  • Optimistis dan yakin pertemuanku bisa lancar tidak ada halangan.
  • Berterima Kasih kepada Allah SWT atas rencana ini dan selalu tetap berdoa kepada-Nya
  • Menghafal lagi rencana dari awal sampai akhir.

Itulah rencanaku saat ini. Pada saat melakukan obrolan kepada calon mertua dalam waktu dekat. Mohon doanya yang man teman. Agar usahaku ini bisa lancar dan bisa sesuai harapan. Aamiin. (07/07/15) (Baca juga kisahku setelah bertemu dengan calon mertua membuahkan sebauh pernikahan : Berawal Dari Setipe.com Aku Menikah (Episode I)

Pertemuan Pertama Dengan Mertua dan Calon Istri. Bagian I

Terima Kasih telah berkunjung jangan lupa untuk membaca artikel-artikel yang lain ya..

Load comments